TanggletFormMasukDaftar

7 Tips Menyusun Pertanyaan Survei agar Responden Mau Menjawab Sampai Selesai

Tujuh tips menyusun pertanyaan survei agar responden mau menjawab sampai selesai: dari tujuan yang jelas, pertanyaan singkat, hingga uji coba sebelum disebar.

Pernah membuka survei, lalu menutupnya di pertanyaan ke-12 karena sadar masih ada 30 lagi? Kita semua pernah. Dan responden-mu pun begitu.

Survei yang bagus bukan yang punya paling banyak pertanyaan, tapi yang diselesaikan dan menghasilkan jawaban yang berguna. Ini tujuh tips supaya survei-mu termasuk golongan itu.

1. Mulai dari tujuan, bukan dari pertanyaan

Sebelum menulis satu pun pertanyaan, jawab dulu: keputusan apa yang akan kuambil dari hasil survei ini? Kalau sebuah pertanyaan tidak membantu keputusan itu, buang. Survei yang fokus lebih pendek, dan lebih jujur diisi.

2. Singkat itu sopan

Setiap pertanyaan tambahan menambah peluang responden berhenti. Targetkan waktu pengisian di bawah lima menit. Kalau memang panjang, pecah jadi beberapa halaman bertahap supaya terasa ringan, dan beri tahu di awal perkiraan waktunya.

3. Satu pertanyaan, satu ide

Bandingkan dua pertanyaan ini:

  • Kurang pas: "Seberapa puas kamu dengan harga dan kualitas layanan kami?"
  • Lebih pas: pecah jadi "Seberapa puas kamu dengan harga?" dan "Seberapa puas kamu dengan kualitas layanan?"

Kalau digabung, responden yang puas dengan kualitas tapi tidak dengan harga jadi bingung harus menjawab apa. Kamu pun tidak tahu apa yang sebenarnya mereka maksud.

4. Jangan menggiring

Pertanyaan seperti "Bukankah layanan kami cepat dan ramah?" mendorong jawaban tertentu. Tulis netral: "Bagaimana penilaianmu terhadap kecepatan layanan kami?" Hasil yang jujur, meski kurang menyenangkan, jauh lebih berharga daripada pujian yang direkayasa.

5. Pilih jenis jawaban yang pas

  • Pilihan ganda untuk satu jawaban dari beberapa opsi yang jelas.
  • Kotak centang kalau boleh memilih lebih dari satu.
  • Skala linear atau rating bintang untuk mengukur kepuasan atau seberapa setuju.
  • Paragraf untuk masukan bebas. Pakai secukupnya, karena ini yang paling berat diisi.

Satu hal lagi: pakai skala yang konsisten di seluruh survei, misalnya selalu 1 sampai 5 dengan arah yang sama. Responden tidak bingung, datamu pun mudah dibandingkan.

6. Wajib seperlunya

Pertanyaan wajib memastikan data penting terisi, tapi terlalu banyak malah membuat orang mengisi asal atau pergi. Wajibkan hanya yang benar-benar kamu butuhkan. Dan manfaatkan logika tampil bersyarat: pertanyaan lanjutan hanya muncul untuk yang relevan, misalnya "Apa yang perlu kami perbaiki?" hanya muncul kalau seseorang memberi nilai rendah.

7. Coba dulu sebelum disebar

Minta dua atau tiga orang mengisi lebih dulu, sebaiknya dari ponsel. Perhatikan pertanyaan yang membuat mereka ragu atau salah paham, perbaiki, baru sebarkan. Di TanggletForm, kamu bisa memakai tautan tinjau untuk ini sebelum form dipublikasikan.

Bonus: sebelum dan sesudah survei

  • Sebelum: jelaskan siapa kamu, untuk apa data dipakai, dan berapa lama pengisiannya.
  • Sesudah: tulis pesan terima kasih di pengaturan "Pesan setelah mengirim" dan, bila mungkin, bagikan hasil atau tindak lanjutnya. Responden lebih mau ikut lagi kalau merasa masukannya benar-benar dipakai.
  • Tutup form ketika periode survei berakhir supaya data tidak bercampur.

Baca hasilnya

Setelah jawaban masuk, lihat ringkasan untuk gambaran umum, lalu tabel dan per responden untuk menggali detail. Semuanya bisa diunduh sebagai Excel atau CSV kalau kamu mau menganalisis lebih jauh.

Siap membuat survei? Daftar di TanggletForm dan coba sendiri. Kalau kamu sedang mengurus acara, baca juga Cara Membuat Form Pendaftaran Event yang Rapi di HP.

Siap membuat form sendiri?

Gratis, rapi di semua perangkat, dan hasilnya langsung bisa diunduh ke Excel.

Mulai gratis